Sejarah Berdiri TPA Nur Hidayah


Pada tahun 1969 di Gowok Nolobangsan tepatnya di Rt 03 Rw 04 di bangun sebuah Masjid di atas tanah wakaf dengan ukuran bangunan 10×10 m. Masjid tersebut di resmikan penggunaanya pada tahun 1973 oleh Bapak Ahmad Azhar Basyir MA. Beliau adalah tokoh Muhammadiyah dari Karangkajen Kauman Yogyakarta. Masjid ini diberi nama masjid Al-Qomar. Karena peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut bertepatan dengan mendaratnya astronot Amerika Serikat di bulan.

Pada mulanya jamaah yang melaksanakan Sholat berjamaah di Masjid ini sangat sedikit. Hanya beberapa orang saja. Konon menurut para tokoh agama dan masyarkat, pada saat ini khususnya daerah Gowok terkenal dengan nama “Daerah Abang”. Banyak sekali perbuatan masyarakat yang menyimpang bahkan bertentangan dengan agama. Istilah “Molimo” yakni madat, mendhem, main, madhon, maling (dalam bahasa Indonesi yaitu: Candu, mabuk (minum-minuman keras), judi, zina dan mencuri), sangat kerap di lakukan. Hal ini menyebabkan respon masyarakat terhadap keberadaan Masjid Al-Qomar kurang menggembirakan. Ini merupakan tantangan yang cukup besar bagi para aktivis Dakwah masa itu.

Seiring dengan perjalanan waktu, kondisi dan keadaan  masyarakatpun mengalami perubahan. Jumlah jamaah yang menghidupkan Masjid Al-Qomar semakim bertambah. Kegiataan keagamaan semakin bergeliat. Walaupun terkadang mengalami peningkatan dan penurunan. Salah satu kegiatan keagamaan yang ada adalah pengajian anak-anak. Ada beberapa anak yang mengaji dengan sistem privat pada malam hari. Biasanya dilaksanakan ba’da sholat Maghrib sampai masuk waktu ‘isyak

Bersamaan dengan itu, sekitar tahun 1983 suasana lebih kondusif sehingga pengajian anak-anak semakin berkembang. Bahkan pengajian tidak hanya di masjid Al-Qomar saja, akan tetapi di rumah Bapak Drs H. Sumarsono Rt 09 Rw 04 juga di adakan..

Pada tahun 1986 di rumah Bapak Drs. Sumarsono di bangun Musholla keluarga yang di beri nama Musholla Nurhidayah. Selanjutnya musholla ini dipakai untuk mengaji anak-anak.

Berdirinya Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) “Nur Hidayah” Masjid Al-Qomar

Pada tahun 1990, para pengasuh pengajian anak-anak terutama yang ada di Musholla Nurhidayah berkeinginan untuk menyatukan anak-anak yang mengaji di Masjid Al-Qomar dengan anak-anak yang mengaji di Musholla Nurhidayah dalam satu kepengurusan dan koordinasi. Sekaligus memperbaiki dan mengembangkan kualitas dan kuantitas pengajian anak-anak terutama dalam sistim maupun menejemen kepengurusan dan kependidikanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, di laksanakan pertemuan dan musyawarah antara pengasuh dan pengurus Ta’mir Masjid Al-Qomar. Dalam musyawarah ini menghasilkan beberapa kesepakataan. Salah satunya adalah disepakatinya pendirian Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dengan  Surat Keputusan no: 54/PTAQ/kpt/VII/1993. Tentang: Pendirian Taman Pendidikan Al-Quran dan pengangkatan personal pelaksananya.

Setelah dikeluarkanya SK tersebut, salah satu langkah awal yang di laksanakan pengurus TPA adalah mengadakan pelatihan dengan Angkatan Muda Masjid dan Musholla (AMM) Kota Gede dan mendapat piagam penghargaan tertanggal 15 juli 1993.

Selanjutnya pada tanggal 29 Agustus 1993 Taman Pendidikan Al-Quran diresmikan oleh Bapak Drs. Amir Ma’ruf selaku Ketua ta’mir Masjid Al-Qomar pada masa itu dan di beri nama Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) “Nurhidayah” Masjid Al-Qomar.