Adab (Etika) Bangun Tidur


Rasulullah SAW bersabda : “ Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika kalian tidur. Ia pukulkan pada tiap  tempat ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur sajalah!”. Jika kalian bangun lalu berdzikir kepada Alloh, maka lepaslah satu ikatan. Jika kalian lanjutkan berwudhu’, maka terurailah ikatan yang kedua. Dan jika kalian sholat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Karenanya, pagi hari kalianpun bersemangat dan menjadi baik kondisi kejiwaan kalian. Sebaliknya jika tidak, kalianpun menjadi malas dan buruk kondisi jiwa kalian.” (HR. Bukhori Muslim)

Adapun adab (etika) setelah bangun tidur adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapkan doa kesyukuran kepada Allah s.w.t. kerana Allah masih memanjangkan umurnya untuk hidup. Mengucapkan ‘La Ilaha illa Allah’, lalu Alhamdulillah’ 3 kali, dan Alhamdulillahi alladzi ahyana ba`da ma amatana wa ilayhi an-nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita setelah kematian kita, dan kepada-Nyalah kita akan kembali). [Bukhari, Abu Dawud, dan lainnya]
  2. Jika bermimpi yang menggembirakan, maka diperbolehkan menceritakan kepada orang lain dan bila bermimpi yang tidak ia sukai, maka janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah dari tempat tidur lalu shalatlah (untuk memohon perlindungan kepada Allah) atau berinfak dengan niatan sebagai penolak bala`

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا تُعْجِبُهُ فَلْيَقُصَّهَا إِنْ شَاءَ وَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلاَ يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi r, beliau bersabda, “Ru’yah (mimpi) itu ada tiga jenis, kabar gembira (mimpi) dari Allah, kata hati (mimpi dari dalam diri orang yang bersangkutan) dan gangguan (mimpi) dari setan. Jika salah seorang kamu bermimpi yang menggembirakan, maka ia boleh menceritakan dan bila bermimpi sesuatu yang ia tidak sukai, maka janganlah ia menceritakan mimpi itu kepada orang lain, bangunlah dari tempat tidur lalu shalatlah (untuk memohon perlindungan kepada Allah)” (H.R. Muslim.

2. Menggosok muka dan mata dengan kedua tangan, untuk menghilangkan pengaruh dari tidur

3. Menggosok gigi, idealnya dengan siwak, sebagaimana yang disebutkan dalam Musnad Ahmad dan Sunan Abu Dawud. kemudian berwudhu,

4. Merapikan tempat tidur

Waktu-waktu Tidur.

ýRasulullah saw bersabda, Lakukanlah tidur di siang hari, karena setan tidak melakukannya.

ý   Tidak disukai untuk tidur di pagi hari, dan di waktu Ashar dan Magrib dan antara Maghrib dan ‘Isya, karena biasanya dapat mengakibatkan terlewatnya shalat Magrib dan ‘Isya berjamaah.

ý  Sayyidina ‘Ali lebih menyukai untuk tidak tidur setelah ‘Isya sebelum tengah malam.

Tips Bangun Malam

  1. Kesampingkan sugesti bahwa bangun malam itu “sulit”
  2. Berniat kuat untuk bangun malam
  3. Perbanyak dzikir (terutama istighfar) sebelum tidur. Boleh jadi banyaknya dosa dan kealpaan diri menjadi factor sulitnya bangun malam
  4. Kenali kebiasaan lamanya kita istirahat tidur dalam setiap harinya. Sehingga kita bisa memperkirakan kapan kita harus beranjak tidur agar dapat bangun dini hari
  5. Sempatkan untuk sedikit tidur siang
  6. Tidak tidur dalam keadaan kenyang
  7. Aktifkan alarm

Tips  Mudah tidur:

  • Mandi air hangat pada malam hari
  • Minum susu, sari buah, atau teh hijau
  • Hindari tidur dalam suasana lapar atau kekenyangan
  • Matikan/redupkan lampu dan jauhkan diri dari peralatan pemancar elektromagnetik yang masih menyala (TV, laptop, dsb)
  • Lakukan aktifitas ringan yang dapat memancing kantuk seperti : membaca
  • Jadikan ruangan tidur hanya untuk istirahat, bukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Adab (Etika) Sebelum Tidur


Tidur bagi seorang muslim adalah ibadah jika memenuhi adab-adabnya. Tidur ideal yang memenuhi  standar kesehatan adalah 7 jam dalam sehari. Buat Jadwal waktu dan lama tidur. Disiplinkan diri dengan jadwal tersebut.

Hindari mengakhiri hari terlalu larut malam agar produksi melatonin (hormon yang diproduksi  dalam kondisi gelap yang berperan penting dalam menguatkan sistem pertahanan tubuh dan merupakan antioksidan yang sangat kuat) tetap terjaga yang berefek positif untuk tubuh kita.

Persiapan  Sebelum Tidur

  • Membersihkan diri dari dari najis dan kotoran (bersikat gigi, cuci tangan, cuci kaki dsb) dan sempurnakan dengan berwudhu’, dengan harapan, seandainya nyawa kita dicabut pada saat tidur, maka kita mati dalam keadaan bersih. Kegiatan menggosok gigi sebelum tidur sangatlah penting. Aktivitas otot kunyah (yang menggerakkan air ludah sehingga kuman-kuman lenyap) berhenti saat kita tidur. Jika otot kunyah tidak bekerja maka seyogyanya gigi dalam keadaan bersih, jika tidak, maka kuman berkumpul dan bereaksi terhadap gigi yang tidak bersih.
  • Membersihkan tempat tidur. Buat ruangan tidur senyaman mungkin untuk tidur (terhindar dari barang yang terserak, kebisingan, pencahayaan yang terang dan gelombang elektromagnetik yang masih aktif.) Rasulullah SAW bersabda : “Jangan kamu tinggalkan api di rumahmu ketika kamu tidur” (HR. Bukhori Muslim). Berdasarkan hadis tersebut, Nabi SAW  mengajarkan kita untuk hemat listrik, selain itu, efek tiadanya penerangan dikala tidur sangat bagus bagi kesehatan tubuh.
  • Sempatkan untuk menjadwal tugas-tugas yang akan dikerjakan pada keesokan harinya. Kegiatan ini dimaksudkan agar tidur malam nyenyak dan ketika bangun lebih semangat untuk beraktifitas
  • Lakukan introspersi/ perenungan diri atas segala aktifitas yang telah terlewati hari itu, agar aktifitas yang buruk tidak terulang kembali di kemudian hari.
  • Berniat bangun malam (untuk melaksanakan tahajud) dan memasrahkan diri sepenuhnya pada Alloh SWT. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, lalu ia tertidur sampai pagi, maka akan dituliskan apa yang diniatkan itu sebagai sedekah untuk Tuhan” (HR Ibnu Majah dan Nasa’i)

  • Badan berbaring ke arah kanan. Rasulullah SAW bersabda : “jika engkau akan tidur, maka berwudhulah kemudian berbaring atas pinggang kanan..” (HR. Bukhori Muslim). Posisi yang demikian tidak menekan jantung, aliran darrah di dalam tubuh dapat berjalan dengan lebih lancar, sehingga sistem metabolisme tubuh meningkat dan terhindar dari rasa pegal.
  • Gunakan tangan kanan sebagai bantal di bawah pipi dan merenungkan dirinya seolah-olah ditempatkan dalam kubur, berbaring di sisinya, tanpa sesuatupun kecuali ditemani oleh  amal perbuatannya. Renungkan pula bahwa tidur adalah icip-icip kematian
  • Badan mengadap ke kiblat seperti kedudukan mayat dalam kubur.

 

Bacaan-bacaan Sebelum Tidur

Membaca surah-surah tertentu sewaktu hendak tidur. Rasulullah s.a.w. sebelum tidur membaca surah al-ikhlas, al-Falaq dan al-Nas dihembuskan bacaan itu di kedua belah tangannya dan digosok ke seluruh badannya (semampu tangan beliau menjangkaunya. Bacaan dan perbuatan ini beliau ulang sebanyak tiga kali berturut-turut.

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

1.    Sebelum khatam Al Qur’an,

2.    Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,

3.    Sebelum para muslim meridloi kamu,

4.    Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh….

“Bertanya Aisyah: “Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?” Rasul tersenyum dan bersabda :

  1. Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
  2. Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akanmemberi syafaat di hari kiamat.
  3. Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
  4. Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”