Manajemen Strees

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(QS AL-BAQOROH :155)

Allah SWT dalam KalamNya (Al-Qur`an) menantang manusia ” hitunglah nikmat-Ku, niscaya engkau tak akan mampu menghitungnya”  (QS Ibrahim [14] : 34 dan QS An-Nahl [16] : 18). Lain halnya dengan musibah / bencana / cobaan hidup, Allah SWT telah merangkumnya dalam QS Al-Baqoroh [2] : 155. Mengetahui dan memahami macam-macam musibah tersebut diharapkan dapat mempertebal keimanan kita terhadap Qadha’ dan Qadarnya Allah SWT.

Musibah seringkali datang tanpa diundang. Ketidaksiapan dalam menghadapi datangnya musibah menjadikan semakin hari semakin banyak orang depresi (stress). Walaupun demikian, Nabi SAW pernah bersabda ”Betapa eloknya kehidupan orang mukmin, dalam keadaan apapun ia dapat mensyukurinya”. Makna yang tersirat dari sabda Nabi tersebut adalah harapan Nabi kepada umatnya untuk dapat mensikapi segala masalah/cobaan hidupnya secara bijak (mengembalikan semua urusannya kepada Allal SWT) sehingga mereka senantiasa tetap berbaik sangka kepada Allah SWT. Inilah salah satu wujud dari sikap syukur-nya orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.

Macam-macam bentuk cobaan hidup yang telah diglobalkan oleh Allah SWT dalam QS Al-Baqoroh [2] : 155 diatas antara lain :

  1. الخوف(ketakutan). Rasa cemas / rasa tidak enak menghadapi apa yang terjadi. Misalnya; kecemasan belum datangnya jodoh, kekuatiran akan keutuhan rumah tangganya, kecemasan terhadap pergaulan putra putrinya, ketakutan jika di-PHK, ketakutan miskin, dsb. Cara mengatasinya : Lakukan tarji` yaitu, mengembalikan segalanya kepada Allah SWT sembari senantiasa berusaha menjauhi aspek-aspek yang dapat menyebabkan kekuatiran itu berbuah menjadi kenyataan
  2. الجوع(lapar). lapar bisa mengandung arti lapar dalam pengertian pada umumnya, lapar bisa pula mengandung pengertian “keinginan yang tidak terpenuhi / kecewa”. Solusinya : Pikirkan kembali, apa yang menjadi sebab kekecewaan kita? kemudian yakini bahwa apa yang telah luput, berarti hal tersebut memang belum atau bukanlah jatah kita. (lagi-lagi kita memang harus senantiasa tarji`)
  3. نقص من الأموال (kekurangan harta). Bisa jadi kekurangan harta ini dalam bentuk kebangkrutan, kecopetan, pencurian, perampokan, ditipu orang dsb. Solusinya : Sebelum harta berkurang dengan jalan yang tidak kita inginkan, maka antisipasilah dengan pemenuhan zakat, rajin infaq dan shodaqoh, karena Allah punya prinsip Jer Basuki Mowo Beo
  4. الأ نفس (kekurangan jiwa). Kekurangan jiwa ini bisa dalam bentuk ; tidak semangat hidup (mental yang down), sakit, ditinggal mati (kematian). Solusinya : Yakinkan diri bahwa segala yang terjadi adalah sesuatu yang terbaik menurut Allah SWT dan berdoalah selalu karena Allah sangat mencintai hambaNya yang senantiasa bergantung hanya pada pertolonganNya.
  5. الثمرات(kekurangan buah-buahan). Manusia oleh Allah  SWT diuji dengan kesulitan sumber-sumber rizki / kesulitan ekonomi. Buah-buahan yang dimaksud dalam ayat tersebut dapat dimaknai dengan ”sumber rizki) Solusinya : Pada hakikatnya, ujian ini ditimpakan supaya manusia itu sadar bahwa rizki itu milik Alloh. Sehingga kunci dari pembuka pintu rizki adalah segala usaha yang halal sesuai dengan aturan syariatNya dan disertai dengan etos kerja yang istiqomah (produktif dalam kebaikan secara terus menerus)  Tentu saja perlakuan Allah SWT tidak sama terhadap seorang muslim yang telah berusaha dengan seorang muslim lainnya yang enggan berusaha

Sistem hadapilah dengan sistem. Artinya, beragam musibah yang datang, hadapi dengan semangat tarji`. Dan jangan sekali-kali berkata, “saya telah banyak berdoa, saya telah banyak berusaha, tapi ko`…”  Ingatlah bahwa putus asa adalah pekerjaan syetan, dan syetan selalu berupaya mengarahkan menusia menuju kekafiran dan kehinaan.

Kalau kita memahami ilmu hakikat, maka segala ujian yang ditimpakan oleh Allah kepada kita, yang pada umumnya terasa tidak enak, sebenarnya bisa kita rubah menjadi terasa enak. Firman Allah SWT dalam QS Al-Insyirah [94] ayat 5 dan 6, ”Sesungguhnya bersama kesulitan, tebentang pula kemudahan”. Bukankah Allah tidak akan menyalahi janjiNya? Tinggal bagaimana kita menata keyakinan yang ada pada diri kita akan keterlibatan Allah SWT dalam memberikan pertolongan kepada hamba-hambaNya.

Wallaahu A’lam bi al-sawaab

Muh. Zainal Arifin, S.Pd.I  (Guru PAI di MIM Baki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s