Ke-orisinalitas-an al-Quran

I. PENDAHULUAN

Sebagaimana telah demikian difahami secara bersama-sama, bahwa al-Quran adalah sebuah jawaban dari Alloh SWT yang menggunakan dimensi-dimensi kemanusian, kekinian dan keduniawian agar mudah dipelajari, difahami, diamalkan dan dipertahankan terus keberadaannya, sebab ternyata merupakan suatu kekuatan yang bersifat memproyeksi masa depan, kesempurnaan dan keabadian. Maka guna lebih mendalam, secara luas, terperinci agar al-Quran dapat menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan, pencermatan terhadap segala hal yang dikandung di dalamnya dan yang berkaitan, adalah sebuah tuntutan yang sekaligus merupakan kebutuhan mutlak[1].

Al-Quran memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu diantaranya adalah bahwa  ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara.inna nahnu nazzalna al- zikra wa innalahu lahafizhun [ sesungguhnya kami yang menurunkan Alquran dan kamilah pemelihara- pemeliharaNya] [Qs 15:9]. Demikianlah Allah menjamin keotentikan Al- Quran, jaminan yang diberikan atas dasar ke-Maha Kuasaan dan ke-Mahatahuan-Nya, serta berkat upaya- upaya yang dilakukan oleh makhluk- makhluk-Nya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat diatas, setiap muslim percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya  sebagai Al- Quran tidak berbeda sedikitpun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW., dan yang didengar serta dibaca oleh sahabat Nabi Saw.

Betapa pentingnya kita mengenal al-Quran dan mempelajarinya serta mengenal tentang sejarah keaslian al-Quran, sehingga kita tidak terjerumus omongan kaum Orientalis yang menyesatkan umat Islam. Maka dari itu, dimakalah kami ini akan membahas tentang sejarah al-Quran itu sendiri, bukti-bukti al-Quran, dan lain-lain.

II. PEMBAHASAN

Al-Quran adalah firman Alloh sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah pelantara untuk semua objek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual beli, hukum dan lain-lain. Akan tetapi, yang paling utama adalah hubungan antara Alloh dan makhluk-Nya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berprilaku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil. Selain  itu, al-Quran memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satunya ia merupakan kitab yang dijamin keotentikannya dan ia adalah kitab yang dipelihara[2].

”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguuhnya Kami benar-benar memeliharanya”[3].

Demikianlah Alloh menjamin keotentikan al-Quran atas apa yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya. Dan  dengan jaminan diatas, manusia dengan apa yang mereka baca dari al-Quran itu sama dengan apa yang pernah dibaca oleh Rosululloh Saw dan didengar oleh para sahabat Nabi saw.mempunyai sekian banyak fungsi. Diantaranya adalah menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad Saw[4].

Akan tetapi timbul dua pertanyaan yang tidak remeh, dapatkah kepercatyaan itu didukung dengan bukti-bukti lain? Dan dapatkah semua itu meyakinkan manusia termasuk mereka yang tidak percaya atas jaminan Alloh diatas? Seharusnya kita menjawab tanpa adanya keraguan untuk mengiuyakan pertanyaan di atas, karena telah banyak dari kaum Orientalis yang berusaha m,enunjukkan kelemahan al-Quran. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan celah untuk meragukan keotentikannya karena bukti-bukti sejarah yang mengantarkan mereka pada kesimpulan.

Dalam mencari bukti keotentikan al-Quran ini, kita harus menentukan terlebih dahulu dari mana kita menunjau bukti kebenaran itu. Karena walau bagaimanpun kitab al-Quran itu diturunkan beberapa abad sebelum kita[5]. Sedangkan orang yang hidup pada masa itu saja banyak yang meragukan al-Quran sebagai firman Alloh atau hanya sebagai kreasi Nabi Saw saja.

Adapun bukti-bukti keotentikan al-Quran itu bisa dilihat dari :

  • Bukti otensitas dilihat dari benar tiadaknya al-Quran itu berasal dari Nabi Saw, atau benar datangnya dari Alloh Swt sebagai firmannya.

Sejarah telah membuktikan bahwa Rosululloh itu Ummy (tidak bisa membaca dan menulis) bahkan ada juga pendapat yang mengatakanbahwa Rosululloh itu membaca dan menulis akan tetapi, beliau memang tidak menguasai ilmu kesastraan. Catatan sejarah ini seniri telah memperjelas tidak mungkin seorang Muhammad ketika itu mengarang atau membuat puisi atau semacamnya yang dapat menandingi dan melemahkan orang-orang Arab yang ketika itu terkenal dengan syair-syairnya yang tidak dapat diragukan lagi keindahan dan pemaknaannya

  • Bukti kebenaran al-Quran bisa dilihat dari ketidak sanggupan bangsa Arab yang

ketika itu ditantang untuk membuat tandingan al-Quran yang sifatnya bertahap. Pertama : untuk memberikan contoh susunan yang sempurna seperti yang terdapat dalam al-Quran QS 52: 34. kedua : menantang mereka untuk menyusun separuh surat swmacam al-Quran, QS 11: 13, dan ketiga : menantang mereka untuk menyusun satu surah saja semacam al-Quran. Keempat : menantang mereka untuk menyusun sesuatu atau semacam dengan satu surahn saja dari al-Quran, seperti yang terdapat enjelasan dalam QS 2 : 23.

  • Bukti bahwa al-Quran yang ada dengan kita sekarang itu sama persis dengann apa yang diturunkan kepada Nabi Saw. Adalah keterkaitan dengan adanya sifat dan ciri tetap yang dapat ditemui sebagaiman keadaan dahulu.

Huruf-huruf hijaiyyah yang terdapat pada awal beberapa surat adlam al-Quran adalah jaminan keutuhan al-Quran sebagaiman yang diterima Rosulluloh Saw, tidak berlebih atau berkurang satu hurufpun dari kata-kata ynga digunakan olh al-Quan menurut perhitungan dari matematika Islam semua huruf dalam al-Quran habis terbagi 19, sesuai dengan huruf yang terdapat dalam lafadz basmalah.

Huruf Qof yang merupakan awal dari surat ke 50, ditemukan sebanyak 57 atau 3×19. huruf-huruf seperti kaaf, haa, yaa ”ain, shod, dalam surat Maryam ditemukan sebanyak 798 atau 42×19. huruf nun yang dimulai pada surat al-Qolam, ditmukan sebanyak 285 atau 15×19. kedua huruf tha dan ha ditemukan sebanyak 324 kali, sama dengan 19×18. huruf ha dan mim yang terdapart pada keseluruhan surat yang diawali dengan kedua huruf ini, semuanya merupakan perkalian dari 114×19 yakni masing-masing berjumlah 2.166.

  • Dibuktikan dengan catatan sejarah

Al-Quran al-Karim turun dalam masa sekitar 22 tahun atau tepatnya, menurut sementara ulama’ 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu Alquran AL Karim  turun dalam masa sekitar 22 tahun atau tepatnya, atau menurut sementara ulama , dua puluh dua tahun dua bulan, dan dua puluh dua hari. Ada beberapa factor yang terlebih dahulu yang dikemukakan  dalam rangka memperjelas kebenaran Alquran sebagai factor – factor pendukung otentitasNya.

  1. Masyarakat Arab, yang hidup pada masa turunya Alquran, adalah masyarakat yang tidak mengenal baca tulis. Karena itu, satu- satunya andalan mereka adalah hafalan. Dalam hal hafalan, orang Arab sangat kuat hingga kini.
  2. Masyarakat Arab khususnya pada masa turunya Alquran dikenal sebagai masyarakat sederhana ini, menjadikan mereka waktu luang yang cukup, disamping menambah ketajaman pikiran  dan hafalan.
  3. Masyarakat Arab sangat gandrung  lagi membanggakan kesusastraan; mereka bahkan melakukan perlombaan perlombaan dalam bidang ini pada waktu  – waktu tertentu.
  4. Al-Quran mencapai tingakat tertinggi  dari segi keindahan  bahasanya dan sangat mengagumkan bukan saja bagi orang – orang mukmin, tetapi juga orang kafir. Berbagai riwayat yang menyatakan bahwa tokoh – tokoh kaum musyirikin sering kali secara sembunyi – sembunyi berupaya mendengarkan ayat Alquran yang dibacakan oleh kaum muslimin. kaum muslimin. Disamping mengagumi keindahan bahasa Alquran , juga mengagumi kandungannya, serta menyakini bahwa Ayat – ayat Alquran adalah petunjuk kebahagian dunia dan akhirat.
  5. Al quran, demikian pula Rasulullah Saw, menganjurkan kaum muslimin untuk banyak membaca Alquran  dan anjuran tersebut mendapat sambutan yang sangat.
  6. Alquran turun berdialog dengan mereka, mengomentari  peristiwa – peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab pertanyaan – pertanyaan mereka. Disamping itu, ayat – ayat Alquran turun sedikit demi sedikit. Hal ini lebih mempermudah pencernaan maknanya dan proses penghafalannya.
  7. Dalam Alquran, demikian pula hadis Nabi. Ditemukan pentujuk – petunjuk yang mendorong para sahabat untuk selalu bersikap teliti  dan hati – hati dalam penyampaian berita- lebih – lebih berita tersebut merupakan firman Allah atau sabda Rasul-Nya.
  • Keotentikan al-Quran juiga bisa dibuktikandari sejarah Kodifikasi dan penulisan al-Quran.

Sejarah Dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa ketika terjadi peperangan yamamah , terdapat puluhan sahabat  penghafal Alquran gugur. Hal ini menjadikan umar Bin Al Khaththab menjadi risau ‘’ tentang masa depan Alquran’’. Karena itu, beliau mengusulkan pada Khalifah Abu BAKAR  agar mengumpulkan tulisan – tulisan yang pernah ditulis pada masa Rasululllhah Saw. Walaupun pada mula Abubakar sangat ragu menerima usulan tersebut- dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak dilakukan oleh Nabi. Namun pada Akhirnya umar R,a meyakinkan nya. Dan keduanya sepakat membentuk suatu tim yang diketuai oleh Zaid Bin Tsabit . dalam rangka melaksanakan tugas suci dan besar itu. Namun dalam hal ini Abu Bakar memberikan petunjuk syarat menulis dan menerima naskah dengan memenuhi dua syarat:

Pertama, harus sesuai dengan hafalan sahabat lain. Kedua, tulisan tersebut benar – benar adalah atas perintah dan dihadapan Nabi Saw. Karena, yang dikemukakan diatas, sebagian sahabat ada yang menulis berdasarkan inisiatif sendiri. Untuk membuktikan syarat kedua tersebut, harus ada saksi mata. Sejarah mencatat bahwa Zaid ketika itu menemukan kesulitan karena ia dan sekian banyak sahabat menghafal ayat :  laqad ja’akum Rasul min amfusikum  ‘aziz ‘alayh ma ‘ anittun harish ‘ alaikum bi al mu’mina Ra’uf al –Rahim [ QS 9:128]. Tetapi, naskah yang ditulis dihadapan Nabi Saw. Tidak ditemukan. Syukurlah pada akhirnya naskah tersebut  ditemukan juga ditangan seorang sahabat yang bernama Abi Khuzaimah AL Anshari.Demikianlah, terlihat betapa Zaid menggabungkan antara hafalan sekian banyak sahabat dan naskah yang di tulis di hadapan Nabi Saw. Dalam rangka memelihara keotentikan ALquran. Dengan demikian, dapat dibuktikan dari tata kerja dan  data – data sejarah bahwa Alquran yang kita baca sekarang ini adalah otentik dan tidak berbeda sedikitpun dengan apa yang diterima dan dibaca oleh Rasulullah Saw., lima belas abad yang lalu.

II. PENUTUP

Maka dari penguraian diatas dapat disimpulkan:

  • Al-Quran merupakan firman Alloh yang merupakan jawaban dari berbagai masalah yang ada di duniawi
  • Alloh menjamin terpeliharanya kitab suci, QS 15:9, antara lain berkat upaya kaum beriman
  • Al-Quran mempunyai banyak fungsi, diantaranya menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammmad Saw
  • Tidak ada satu orangpun yang bisa menandingi al-Quran, meniru bahkan membuat seperti al-Quran, kaum Orientalispun tidak mendapatkan celah untuk itu
  • Al-Quran merupakan mukjizat abad dan mukjizat terbesar bagi ummat Islam
  • Sejarah membuktikan bahwa al-Quran itu benar-benar otentik dan tidak dapat diragukan lagi.

*Disusun Oleh Eva Handarini.

III. DAFTAR PUSTAKA

Shihab, M. Quraish, Membumikan AL-Quran, Bandung : Penerbit Mizan, 1996

Kholis Setiawan, M. Nur, Al-Quran Kitab Sastra Terbesar, Yogyakarta : Penerbit eLSAQ press , 2005

Djarot Sensa, Muhammad, Komunikasi Qur’aniyah, Bandung : Pustaka Islamika ,2005

Buletin IQRO, KAMPUS : Kajian MAhasiswa Pojok Ushuluddin


[1] Djarot Sensa, Muhammad, Komunikasi Qur’aniyah, Bandung :  Pustaka Islamika, 2005, hal. 23

[2] Shihab, M. Quraish. Dr, Membumikan Al-Quran, Bandung : Penerbit Mizan, 1996. hal. 21

[3] QS : Al-Hijr : 09

[4] Ibid hal. 27

[5] Buletin IQRO, KAMPUS : Kajian MAhasiswa Pojok Ushuluddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s