Sejarah Orientalis

Tidak dapat diketahui secara pasti, siapakah orang barat pertama yang memperhatikan studi ketimuran dan kapal hal itu dimulai. Namun yang jelas, ada beberapa pendeta barat yang menuju Andalusia, untuk mengetahui tentang kebesaran dan kemegahan kota tersebut. Mereka belajar kebudayaan di berbagai sekolah disana dan menerjemahkan al-qur’an dan buku berbahasa arab lainnya kedalam bahasa mereka. Mereka juga  berguru berbagai macam ilmu kepada para ilmuwan muslim khususnya bidang filsafat, kedokteran, dan matematika.

Salah seorang pendeta tersebut adalah: Serbert, seorang pendeta yang dipilih sebagai biarawan gereja Rhoma pada tahun 999 M setelah tamat belajar di derbagai lembagai pendidikan di Andalusia dan kembali kenegerinya. Demikian juga pierrele aenere(1096-1187 M) dan Gerard de gremone(1114-1187 M).

Setelah mereka kembali ke negerinya masing-masing, mereka pun menyebarkan budaya arab beserta karya-karya ulamanya yang tersohor kemudian mereka mendirikan mendirikan berbagai lembaga studi arab seperti madrasah badawial-arabiah. Dibuat pula rumah pendeta-pendeta sekolah-sekolah arab yang mengkaji karya bahasa arab yang telah diterjemahkan kedalam bahasa latin, suatu bahasa ilmiah diseluruh eropa pada waktu itu. Berbagai universitas barat berpegang kepada buku-buku arab dan mereka anggap sebagai rujukan yang autentik untuk studi hampir selama enam abad.

Sejak saat itulah, tidak henti-hentinya orang eropa melakukan studi tentang islam dan bahasa arab, serta menerjemahkan al-quran dan beberapa buku ilmiah berbahasa arab ataupun sastra.hal itu terus berlangsung hingga abad ke 18, pada abad saat itu orang-orang barat menjajah dunia islam dan menguasai kerajaan-kerajaannya. Tiba-tiba sejumlah ilmuan barat menjadi sangat mendalam dalam bidang ketimuran, mereka juga menerbitkan majalah ketimuran diseluruh Negara barat. Mereka merubah manuskrip arab yang ada di Negara-Negara arab dan islam, mereka membelinya dari para pemiliknya yang bodoh bahkan mereka mencuri dari banyak perpustakaan umum yang dalam puncak kekacauan, mereka semuanya boyong ke perpustakan Negara-negara mereka. Sehingga secara mengejutkan, sejumlah besar manuskrip arab yang sangat langka sudan berpindah keberbagai perpustakaan di eropa. Pada awal abad ke-19saja tersebut telah mencapai 250.000 jilid. Jumlah tersebut masih terus bertambah saat ini

langkah-langkah orientalis merealisasikan tujuannya:

Tidak ada satu langkah pun yang tidak mereka lakukan demi tersebarnya kajian dan pandangan mereka. Beberapa jalan yang mereka tempuh, yaitu antara lain:

  1. mengarang buku  dalam berbagai tema menngenai agama islam, ajaran nabi dan kitab suci al-qur’an. Dalam buku-buku tersebut banyak sekali penyelewengan yang disengaja baik dalam nash ataupun berita juga dalam memahami berbagai peristiwa sejarah serta dalam mengambil kesimpulan kajian.
  2. menerbitkan berbagai majalah khusus kajian mereka seputar agama islam, Negara dan bangsanya.
  3. mengirimkan missionaris ke dunia islam untuk melakukan aktivitas kemanusian disana seperti: rumah sakit, suatu organisasi, sekolah, tempat-tempat perlindungan, panti asuhan serta rumah-rumah penginapan. Contoh saja: perkumpulan pemuda Kristen serta seniornya.
  4. melontarkan pidato-pidato (ceramah) diberbagai perbagai perguruan tinggi dan perkumpulan ilmiah. Yang memperhatinkan adalah berbahaya permusuhan mereka yang paling keras yakni kedatangan mereka keberbagai perguruan tinggi arab dan islam di kairo, damaskus, Baghdad, riyad, Lahore serta kota-kota lainnya, untuk berbicara mengenai islam.
  5. menulis artikel dan berbagai naskah didaerah mereka, bahkan mereka telah mampu membeli sejumlah manuskrip di daerah  negeri kita. Dalam buku karangan dr. umar faruq dan Mustafa kholidy, yang merupakan dokumen sejarah yang sangat penting mengenai kegiatan orientalis dan missionaries dalam mengabdikan diri untuk menjajah, disebutkan hal sebagai berikut:”para missionaries menyatakan bahwa, mereka telah memboking pers mesir khususnya untuk mempresentasikan opini Kristen secara lebih banyak dibandingkan Negara islam lain. Sungguh banyak sekali artikel yang muncul berbagai diberbagai pers mesir, seringkali karena upah mereka, tetapi terkadang tanpa upah.
  6. diselenggarakan berbagai konferensi yang pada hakikatnya adalah: untuk menggariskan program mereka, namun seolah-olah untuk mengkaji kepentingan umum.konferensi selalu mereka selenggarakan sejak tahun 1783 sampai sekarang.
  7. menulis ensiklopedi islam. Mereka menerbitkan ensiklopedi tersebut dalam berbagai bahasa. Mereka memulainya dengan menerbitkan cetakan perdana. Saya sudah sudah memiliki bagian – bagian pertama pada cetakan kedua ensiklopedi tersebut yakni pada saat saya berkunjung ke oxford tahun 1956.

Diawali juga dengan penterjemahan cetakan pertama kedalam bahasa arab. Sampai sekarang ini telah terbit sebanyak 13 jilid. Diantaranya adalah ensiklopedi yang di asuh oleh pembesar orientalis. Yang paling parah dalam memusuhi islam adalah menaruh racun dalam lemak yakni ensiklopedi tersebut dipenuhi berbagai kebathilan terhadap islam dan dalam hal lain yang berkaitan dengan agama islam. Kondisi yang sangat memprihatinkan adalah buku tersebut menjadi referensi bagi mayoritas budayawan di kalangan kita, dan menganggap sebagai dalil kebodohan para budayawan terhadap kebudayaan islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s