Unsur-Unsur Penikahan dalam Berbagai Perspektif

Perkawinan merupakan suatu upacara yang sakral bagi orang yang menjalaninya. Seseorang dapat dikatakan akan menempuh hidup baru apabila sudah mengalami yang namanya kawin. Oleh karena itu dalam Islam sangat diatur perihal tata cara maupun unsur-unsur yang harus dipenuhi agar perkawinan seseorang dapat dinyatakan sah menurut ajaran agama.

Sebelum menginjak pada unsur-unsur perkawinan, ada baiknya jika kita mengetahui syarat perkawinan terlebih dahulu. Pada dasarnya, syarat sah perkawinan itu ada 2 macam, yaitu:

  1. Laki-laki dan perempuannya sah untuk dinikahi. Artinya keduanya bukan muhrim bagi yang lain.
  2. Akad nikahnya dihadiri para saksi.

Dalam persyaratan pernikahan ini, terjadi perbedaan Ulama. Diantaranya:

I. Ulama Hanafi mengatakan bahwa syarat pernikahan berhubungan dengan sighat dan sebagian lagi berhubungan dengan akad, serta sebagian lagi dengan saksi

a. Sigat, yaitu ibarat ijab dan qabul. Syaratnya adalah:

1)    Menggunakan lafal tertentu, baik sarih maupun kinayah

2)    Dilakukan dalam satu majlis

3)    Didengar oleh saksi

4)    Antara ijab dan qabul tidak berbeda maksud dan tujuan

5)    Lafal sigat tidak disebut untuk waktu tertentu

b. Akad, dengan syarat apabila kedua pengantin berakal, balig dan merdeka

c. Saksi, harus terdiri dari dua orang. Syaratnya adalah:

1)    Berakal

2)    Balig

3)    Merdeka

4)    Islam

5)    Keduanya mendengar

II. Ulama Syafi’i berpendapat bahwa syarat perkawinan ada yang berhubungan dengan sigat, ada yang berhubungan dengan wali, serta yang berhubungan dengan kedua calon pengantin dan ada yang berhubungan dengan saksi.

Adapun unsur atau rukun-rukun perkawinan menurut jumhur ulama adalah sebagai berikut:

  1. Adanya calon suami dan istri yang akan melakukan pernikahan
  2. Adanya wali dari pihak calon pengantin wanita
  3. Adanya dua orang saksi
  4. Sigat akad nikah

Imam Malik berkata bahwa rukun pernikahan itu ada lima macam:

  1. Wali dari pihak perempuan
  2. Mahar
  3. Calon pengantin pria
  4. Calon pengantin perempuan
  5. Sigat akad nikah

Sedangkan Imam Syafii berpendapat bahwa rukun perkawinan ada lima macam, diantaranya:

  1. Calon pengantin laki-laki
  2. Calon pengantin perempuan
  3. Wali’
  4. Dua orang saksi
  5. Sigat/akad nikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s