Shodaqah yang Makbul

Ibnu Qoyyim Al jauziyah meriwayatkan dari Ibnu Hazim dari ayahnya, ”Suatu sore Aisyah didapati tengah berpusa, ia tidak memiliki sesuatu pun untuk berbuka kecuali dua buah roti, kemudian datanglah seorang pengemis kepadanya. Aisyah memerintahkan pembantunya untuk memberikan sebuah roti. Kemudian datang pengemis lainnya, dan ia memerintahkan pembantunya untuk memberikan roti yang satunya lagi. Pembantunya merasa enggan untuk memberikan roti tersebut kepada pengemis tadi. Maka Aisyah pun memberikan sendiri roti tersebut kepada pengemis tadi dari bawah hijab. Pembantunya bertanya, “lihatlah, dengan apa anda akan berbuka puasa”. Sore harinya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, Aisyah bertanya, “Siapa itu?” maka orang tersebut menjawab, “utusan dari keluarga si fulan”. Aisyah berkata, “Jika dia seorang budak, suruhlah ia masuk.” Ternyata ia membawa kambing bakar yang diatasnya terdapat roti. Maka Aisyah pun berkata kepada pembantunya, “lihatlah berapa banyak roti yang ada disini yang lebih baik daripada rotimu tadi. Demi Allah, padahal sebelumnya mereka belum pernah memberikan hadiah sesuatu pun padaku.

Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Al-Baqarah : 245

Seseorang peminjam, dia memiliki kewajiban untuk mengembalikan apa yang ia pinjam. Allah Maha indah, hingga dilukiskannya sedekah itu dengan kata pinjaman.

Hakikat sedekah bukanlah kita semata-mata mengeluarkan harta atau apapun yang kita miliki untuk orang lain. Namun lebih dari itu, Allah lah yang meminjam karena kita mengeluarkan dijalan-Nya

Jika kita mencermati beberapa ayat yang ada dalam Al Quran perihal shodaqoh,ada beberapa persyaratan agar shodaqoh kita maqbul, antara lain:

1 Bertujuan Untuk mencari ridho Allah

.Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh 272 :

وما تنفقون إلا ابتغاء وجه الله

Dan janganlah kalian membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari ridho Allah.

Dalam lanjutan ayat tersebut diterangkan bahwa apapun yang di infaqkan niscaya akan diberi pahala oleh Allah yang cukup,dan sedikit pun orang yang berinfaq itu tidak dianiaya oleh Allah.

2. Tidak memamerkan kedermawanan kita.

Tidak sepantasnya kita memamerkan pemberian yang pernah kita berikan kepada si penerima ,apalagi menuyakiti hati mereka dengan pemberian tersebut karena hal tersebut akan membatalkan pahala shodaqoh.

3. Shodaqoh hendaknya yang baik baik saja.

Baik disini bisa bermakna halalan toyyiban.benda itu halal dan cara memperolehnya pun dengan cara halal,dan pemberian tersebut bisa memberikan manfaat bagi si penerima.( Q.S Al Baqoroh 267)

4. Berikan kepada  berhak.

Orang yang paling berhak menerimanya,sudah di jelaskan dalam Al Quran surat At Taubah 60 yang dikenal dengan 8 Ashnaf yaitu :kaum faqir,miskin,amil,para muallaf,orang – orang yang berhutang,orang yang berjuang di jalan Allah,para musafir.

5. Rendah Hati.

Allah berfirman dalam surat Al baqarah 271”.

Jika kalian menampakkan shodaqoh (mu) maka itu baik sekali.Dan jika kalian sembunyi-sembunyi dan kalian berikan kepada orang fakir,maka hal itu lebih baik lagi bagimu .Dan Allah akan menghapus dari kalian sebagaian kesalahan-kesalahan kalian dan Allah mengetahui apa yang kalian perbuat.

Perumpaan bagi orang yang bershodaqoh sesuai dengan firman Allah :

Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujih butir benih,pada tiap-tiap butir seratus biji.Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Dan Allah maha luas (karuniaNya)lagi maha mengetahui . Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiri apa yang di nafkahkannya itu dengan menyebut –nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti ( perasaan si penerima),mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka.Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.perkataan yang baik dan pemberiaan maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan Sesuatu yang menyakitkan perasaan sipenerima.Dan Allah maha kaya lagi maha penyantun. Q.S Al baqarah : 261-263

Afif Fuadi S.S

Aktivis Risma Al Qomar Gowok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s