Model-Model Pengembangan Sistem Pembelajaran


A. PENDAHULUAN

Model-Model Belajar dan Pembelajaran yang diterapkan saat ini berbeda dengan masa kini. Makin maju ilmu pengetahuan mengakibatkan tiap generasi harus meningkatkan pola frekuensi belajarnya. Agar pendidikan dapat dilaksanakan lebih baik tidak terkait oleh aturan yang mengikat kreativitas pembelajar, dan sekiranya tidak memadai hanya digunakan sumber belajar, seperti dosen/guru, buku, modul, audio visual, dan lain-lain, maka hendaknya diberikan kesempatan yang lebih luas dan aturan yang fleksibel kepada pembelajar untuk menentukan strategi belajarnya.

Pengembangan pembelajaran berkenaan dengan pemahaman, perbaikan, dan penerapan metode-metode dalam menciptakan pembelajaran (methods of creating instruction). Pengembangan pembelajaran merupakan proses perumusan dan penggunaan prosedur yang optimal untuk menciptakan pembelajaran baru dalam situasi tertentu. Pengembangan pembelajaran menghasilkan sumber-sumber pembelajaran yang siap pakai, diktat, dan rencana pembelajaran.

Pemanfaatan pembelajaran berhubungan dengan pemahaman, perbaikan, dan penerapan serta penggunaan metode-metode pembelajaran yang telah dikembangkan. Pemanfaatan pembelajaran merupakan proses penentuan dan penggunaan prosedur-prosedur yang optimal untuk mencapai outcome yang optimal. Hasil dari pemanfaatan pembelajaran adalah program pembelajaran yang telah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga menghasilkan efektivitas program yang optimal. Pemanfaatan pembelajaran menuntut pengetahuan tentang berbagai prosedur pemanfaatan, perpaduan prosedur yang optimal, dan situasi-situasi yang memungkinkan optimalisasi model-model pemanfaatan.

Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan beberapa model sistem pembelajaran yang saat ini telah dikembangkan oleh para ahli ilmu pendidikan. Dari beberapa model yang akan penulis bahas semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

B. PEMBAHASAN

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Sistem pembelajaran adalah keseluruhan komponen pembelajaran yang saling terkait  secara terpadu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Komponen-komponen dalam sistem pembelajaran: peserta didik, guru, materi, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan sebagainya.

1. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada kelas

Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih. Menyiapkan pembelajaran yang menyenangkan dan menantang, pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran aktif, interaktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan).

Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas

Menurut Heinich at.al. (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:

—  Analyze Learners (analisis peserta didik), disesuaikan dengan tingkat perkembangan, gaya belajar , dan kebutuhan peserta didik.

—  States Objectives (menyatakan tujuan), difokuskan pada tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

—  Select Methods, Media, and Material (memilih metode, media, dan materi), pemilihan metode yang tepat dengan tugas pembelajaran, memilih media yang tepat dengan materi yang disampaikan .

—  Utilize Media and materials (penggunaan media dan bahan), menggunakan dan mendesaian media sebagus mungkin agar pembelajaran lebih menarik dan menantang.

—  Require Learner Participation (partisipasi peserta didik di kelas), partisipasi aktif peserta didik dalam kelas akan berpengaruh pada pengalaman belajar yang diperoleh selama proses pembelajaran.

—  Evaluate and Revise (penilaian dan revisi), melihat  seberapa efektif dan efisiennya metode dan media pembelajaran yang dipakai dalam mencapai tujuan pembelajaran.

2. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada hasil (produk)

Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu produk biasanya media pembelajaran misalnya video pembelajaran, multimedia pembelajaran atau modul .

model Hannafin and Peck.

Tahap-tahap dalam model Hannafin and Peck: tahap analisis keperluan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi:

—  Penilaian dan evaluasi  dilaksanakan dalam setiap tahap di atas.

—  Tahap-tahap model Hannafin and Peck

—  Tahap analisa kebutuhan: mengidentifikasi kebutuhan yang meliputi kebutuhan dalam mengembangkan suatu media pembelajaran; (a) tujuan dan objek media pembelajaran yang dibuat, (b) pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan oleh kelompok sasaran, (c)peralatan dan keperluan media pembelajaran.

—  Setelah semua keperluan diidentifikasi, Hannafin dan Peck menekankan untuk menjalankan penilaian terhadap hasil itu sebelum melanjutkan ke tahap desain.

—  Tahap desain; bertujuanuntuk mengidentifikasikan dan mendokumenkan kaedah yang paling baik untuk mencapai tujuan pembuatan media tersebut (informasi dari tahap analisa kebutuhan).

—  Salah satu dokumen yang dihasilkan dalam fase ini ialah dokumen story board yang mencakup urutan aktivitas pembelajaran berdasarkan keperluan pelajaran dan objek media pembelajaran seperti yang diperoleh dalam tahap analisis keperluan.

—  Penilaian perlu dijalankan dalam tahap ini sebelum dilanjutkan ke tahap pengembangan dan implementasi.

—  Tahap pengembangan dan implementasi; penghasilan diagram alur, pengujian, serta penilaian formatif (dilakukan sepanjang proses pengembangan media) dan penilaian sumatif (dilakukan setelah media selesai dikembangkan).

—  Dokumen story board akan dijadikan landasan bagi pembuatan diagram alur  yang dapat membantu proses pembuatan media pembelajaran, serta untuk menilai kelancaran media yang dihasilkan seperti kesinambungan link,penilaian dan pengujian.

—  Hasil dari proses penilaian dan pengujian ini akan digunakan dalam proses penyesuaian untuk mencapai kualitas media yang dikehendaki.

Model ini sangat menekankan proses penilaian dan evaluasi yang mengikutsertakan proses meliputi: proses pengujian dan penilaian media pembelajaran yang melibatkan ketiga fase secara berkesinambungan.

3. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem

Model beroreintasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum sekolah,contohnya adalah model ADDIE. Sistem pembelajaran: input-proses-output.

Muncul pada tahun 1990 an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda

Tahap-tahap model ADDIE: analysis- design- development-implementation-evaluation. Tahap-tahap Model ADDIE:

—  Analysis (analisa kebutuhan, identifikasi masalah, dan identifikasi tugas pembelajaran)

—  Design (merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR; specific, measurable, applicable, and realistic, menyusun tes, memilih strategi, metode, dan media pembelajaran yang tepat)

—  Development (mewujudkan desain tadi dalam bentuk nyata, misalnya dengan mencetak modul, kemudian mengembangkan modul dengan sebaik mungkin).

—  Implementation (langkah nyata menerapkan sistem pembelajaran yang kita buat)

—  Evaluation (sudah efektifkah sistem pembelajaran yang kita kembangkan)

4. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi merupakan pengembangan dan penjabaran dari Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang menekankan pencapaian kompetensi-kompetensi tertentu.

Kompetensi yang dikembangkan adalah keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakmenentuan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan. Peserta didik diharapkan agar memiliki kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial yang bermutu tinggi.

Kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki siswa; kecakapan mengenal diri (self awarness), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademis (academic skill), dan kecakapan vokasional (vocational skill). Karakteristik kurikulum berorientasi pencapaian kompetensi menurut Depdiknas:

—  Menekankan kepada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

—  Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Ini artinya, keberhasilan pencapaian kompetensi dasar diukur oleh indikator hasil belajar.

—  Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

—  Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber-sumber lain yang memenuhi unsur edukatif.

—  Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi Disebut dengan model Desain Sistem Instruksional Berorientasi Pencapaian Kompetensi (DSI-PK), yaitu gambaran proses rancangan sistematis tentang pengembangan pembelajaran baik mengenai proses maupun bahan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dalam upaya pencapaian kompetensi.

PENUTUP

Evaluasi pembelajaran berkaitan dengan pemahaman, perbaikan, dan penerapan metode-metode penilaian efektivitas dan efisiensi kegiatan-kegiatan sebelumnya: seberapa baik program pembelajaran didesain, seberapa jauh program ini dikembangkan, apakah dimanfaatkan dengan baik, dan seberapa baik program ini dikelola. Hasil dari evaluasi ini adalah deskripsi kekurangan yang ada, konsekuensi-konsekuensinya, dan rekomendasi untuk perbaikan.

Oleh karena begitu banyaknya model biasanya kita lalu dihadapkan pada pertanyaan mau pakai model yang mana? Dalam hal memilih model ini setidaknya ada lima kriteria yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih model pengembangan desain pembelajaran. Model yang baik adalah model yang:[1]

  1. Sederhana: bentuk yang sederhana akan mempermudah untuk mengerti, mengikuti dan menggunakannya
  2. Lengkap: suatu model pengembangan desain pembelajaran yang lengkap haruslah mengandung 3 unsur pokok yaitu: identifikasi, pengembangan dan evaluasi
  3. Mungkin diterapkan: artinya model yang dipilih hendaklah dapat diterima dan dapat diterapkan (applicable), sesuai dengan situasi dan kondisi setempat
  4. Luas: jangkauan model tersebut hendaklah cukup luas, tidak saja berlaku untuk pola belajar mengajar yang konvensional, tetapi juga proses belajar mengajar yang lebih luas, baik yang menghendaki kehadiran guru secara fisik maupun yang tidak
  5. Teruji: model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan teruji/terbukti dapat memberikan hasil yang bai

*Makalah ini disusun oleh Yuliana (aktivis Risma Al-Qomar)

DAFTAR PUSTAKA

Harjanto, 2008, ”Perencanaan Pengajaran”, Jakarta : Rineka Cipta

Pidarta, made, 2005, perencanaan Pendidikan partisipatoris dengan Pendekatan sistem.

Sunaryo, Endang, 2000, Teori Perncanaan Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Sistem

Syaifudin, Udin, 2007, Perencanaan pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif.

www.triyosupriyatno.com.

www.scribd.com/doc/14802873/Perencanaan-Sistem-PAI


[1] . www.scribd.com/doc/14802873/Perencanaan-Sistem-PAI

About these ads

10 Tanggapan

  1. buku uttuk addie…..ad gk,..?

  2. ijin kopast ya,,,, bagus ni.. thanks

  3. Mantap. .numpang nyed0t.. Thank y0u . .!! ;-)

  4. ralat untuk kalimat pertama dalam bahasan ini.

    “Model-Model Belajar dan Pembelajaran yang diterapkan saat ini berbeda dengan masa kini”. Barangkali masa lalu ya?

  5. Thanks.. berat.. saya sungguh terbantu dengan tulisan ini.. Makasih

  6. terimakasih pembahasannya

  7. Assalamualaikum wr. wb
    Terimakasih banyak, sangat membantu menyelesaikan tugas saya,many thanks.

    • waalaikum salam…
      kembali kasih…(-:

  8. Assalamualaikum wr. wb
    artikelnya bagus dan dapat membantu aku dalam penyusunan tesis, Trims Anas lumajang

    Wassalamualaikum wr. wb

    • w.salm,
      iya sama-sama mas,, smoga tesisnya cepat slesai dg nilai yang memuaskan. amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.120 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: